Pemkot Semarang Siapkan Dua Sekolah Jadi Pilot Project Ptm

Selain itu, satuan pendidikan harus memenuhi daftar periksa termasuk persetujuan komite sekolah dan perwakilan orang tua. Orang tua memiliki hak penuh anaknya boleh masuk sekolah atau tidak, apabila izin tidak diberikan maka peserta didik melanjutkan belajar dari rumah secara penuh. Menurut dokter yang akrab disapa Rissa ini, pelaksanaan belajar tatap muka ini harus mematuhi berbagai protokol kesehatan yang ketat termasuk 3M yakni wajib memakai masker, mencuci tangan pakai sabun, dan menjaga jarak. Untuk Deposit Pulsa Tanpa Potongan mengurangi beberapa kendala di atas, beberapa desa berinisiatif mengadakan belajar bersama di rumah salah satu siswa, di musala ataupun di tempat lainnya dengan tetap memperhatikan protokol yang ada. Hal ini cukup bagus dan baik, dimana guru dan orang tua murid bisa lebih dekat dan orang tua pun mengerti kapasitas anaknya dalam menerima pelajaran sekolah. Namun itu semua juga kurang efisien bisa saja murid-murid yang melakukan pembelajaran tersebut tidak bisa fokus terhadap mata pelajaran saat itu.

Tanggapan orang tua mengenai sekolah tatap muka

Kita perlu adaptasi lebih di lingkungan baru dan kebiasaan baru di tengah pandemi Covid-19. Adaptasi di era New Normal ini bisa dikatakan sulit, terlihat dari banyaknya masyarakat yang masih sering keluar rumah untuk urusan yang kurang penting, dan kurangnya kesadaran untuk mematuhi protokol kesehatan. Jikalaupun terpaksa harus mengikuti pembelajaran secara tatap muka, para siswa dan mahasiswa lebih baik untuk karantina secara mandiri terlebih dahulu selama 14 hari agar meminimalisir peningkatan kasus.

Pertimbangan Nadiem makarim jenjang paling bawah seperti PAUD dilakukan terakhir karena sulit melakukan social distancing. Selain itu sekolah berasrama belum diperbolehkan untuk buka hingga masa new normal. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim mengizinkan sekolah kembali menggelar Pembelajaran Tatap Muka mulai Januari 2021. Memang PJJ memungkinkan guru menghubungi anak-anak didiknya melalui aplikasi kemudian menyampaikan materi pelajaran, tetapi untuk mengerjakan “PR” atau tugas-tugas, orangtualah yang berperan dominan. Tidak hanya evaluasi disekolah, melihat kaitan siswa dengan tempat tinggal juga perlu dilakukan, karena aman disekolah belom tentu aman di tempat tinggal. Komisioner Ombudsman Robert Na Endi Jaweng menyebut, evaluasi perlu dilakukan secara objektif dengan melibatkan tenaga yang memiliki kompetensi di bidang kesehatan dan sosial.

Kesadaran orang tua harus ditingkatkan, bahwa tugas-tugas yang diberikan guru bukan bermaksud membuat anak stres. Namun agar anak tetap belajar sesuai materi yang ditetapkan dalam kurikulum. Hanya saja tidak belajar secara tatap muka dengan guru di kelas, cukup di dalam rumah masing-masing. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Anwar Makarim menargetkan semua sekolah sudah melakukan kegiatan belajar mengajar secara tatap muka mulai Juli 2021.

Dari survei yang dilakukan, diketahui 80% orang tua mengizinkan anak untuk ikut PTM terbatas di sekolah. Sedangkan, orang tua yang tidak mengizinkan anaknya mengikuti pembelajaran uji sekolah tatap muka beralasan, karena masih tingginya tingkat positivity price virus corona di masyarakat, khususnya daerah Jakarta. Lebih lanjut, Satriwan mengungkapkan alasan orang tua mengizinkan anak-anaknya mengikuti sekolah tatap muka terbatas adalah penilaian pembelajaran jarak jauh yang tidak efektif. Sebab, anak-anaknya tidak mendapatkan informasi belajar secara utuh. Orang tua yang punya anak siswa sekolah di stage Pendidikan Anak Usia Dini, Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama maupun Sekolah Menengah Atas dan sederajat tak perlu khawatir dengan rencana pemerintah membolehkan proses belajar mengajar tatap muka di sekolah. Dari laporan yang diterima, selama simulasi belajar mengajar tatap muka beberapa waktu lalu, sejumlah orang tua murid yang menunggu anaknya hingga pulang, tidak gunakan masker.